Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

26 November 2008

Bagaimana Menjadi Sukses ?

Part 2.

Meneruskan dari posting yang pertama..

Yang berikutnya dalam hal kita masih belum berhasil dalam usahanya, maka kita harus sabar dan konsisten. Kita bisa minta nasihat kepada ahlinya mengapa usaha kita tidak berhasil. Kita harus sabar dan kosisten dalam mempelajari kekurangan-kekurangan untuk menuju keberhasilan. Para pakar psikologi dapat memberikan nasihat kepada kita bagaimana kita harus bangkit dari kegagalan, kita harus sabar dan konsisten.

Kesimpulannya bahwa orang-orang yang mau belajar (minta nasihat) kepada pakarnya dan melaksanakan dengan penuh kesabaran dan konsistensi serta dilaksanakan atau dilakukan semuanya dengan baik dan benar. InsyaAllah, akan menjadi orang yang beruntung dan sukses. Tuhan akan meneguhkan langkah kita dan meneguhkan kedudukan kita.

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS Muhammad (47) ayat 7.

Menolong Allah dapat diartikan melaksanakan Sunnatullah atau meng-aplikasikan sebagian dari ilmu Allah untuk meraih kesuksesan di dunia dan di hari kemudian.

Al Quran telah menyemangati atau memotivasi kita untuk selalu belajar (minta nasihat) dan belajar dari orang lain yang berhasil. Dan kalau belum berhasil kita harus sabar dan salat serta konsisten, tidak boleh berputus asa dan selalu bermohon kepada Allah agar kita berhasil atau sukses sekarang di dunia ini dan di hari kemudian.

Wa llahu ‘alam bi shawab.

19 November 2008

Bagaimana Menjadi Sukses

Apa kata Andrie Wongso, seorang motivator nomor wahid di Indonesia. Sukses bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik anda, milik saya. Dan milik siapa saja yang menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.

Kalau orang tidak berjuang, tidak sungguh-sungguh dan tidak berjihad dalam meraih kesuksesan, mana mungkin akan menjadi orang sukses. Seharus umat Islam tidak perlu mencari motivator yang paling ulung. Mestinya kita jadikan Alquran itu sebagai petunjuk, hidayah dan motivator bagi hidup kita. Seperti firman Alloh dalam Alquran.

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati untuk mengajari kebenaran dan nasehat menasehati untuk mengajari kesabaran”. (QS.Al ‘Ashr)

Untuk menjadi sukses (beruntung) adalah orang-orang :

  1. Yang Beriman
  2. Yang melakukan perbuatan yang baik (amal sholeh)
  3. Yang saling menasehati tentang kebaikan dan kebenaran
  4. Yang saling menasehati untuk menjadi tetap sabar

Pengertian sukses atau beruntung ini adalah sukses sekarang di dunia dan sukses di hari kemudian ( yaumil akhir )

Untuk syarat yang pertama yaitu, beriman tidak perlu dibahas lebih lanjut, karena merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi.

Nah, marilah kita bahas syarat ke dua dan ketiga. Pengertian berbuat baik (amal saleh) itu tidak terbatas kepada amal saleh dalam pengertian ibadah mahdhoh tetapi berbuat baik dalam pengertian ghoiru mahdhoh. Di bidang manajemen misalnya, merencanakan, mengorganisir, mengkoordinasi, memotivasi dan mengawasi adalah suatu perbuatan. Jadi agar dapat sukses dalam manajemen, ya harus merencanakan dengan baik, mengorganisir dengan baik dan mengawasi dengan baik. Ini juga termasuk perbuatan yang baik (amal saleh).

Demikian bila sukses dalam bidang marketing, orang harus menjual dengan baik dan benar. Artinya orang harus belajar bagaimana cara menjual dengan baik dan benar. Belajar dari pakar-pakar marketing misalnya Philips Kotler, Hermawan Kertajaya, Gabriel Steinhardt dan E. Jerome McCarthy.

Dalam Surat Al ‘ashr (103) ayat 3, ini para pakar ini memberikan nasihat bagaimana menjual dengan baik dan benar. Nah kalau kita berhasil dalam usaha, maka kita wajib memberikan nasihat kepada orang lain (sharing) bagaimana usaha kita bisa berhasil. Ini yang dinamakan saling memberi nasihat tentang kebaikan dan kebenaran dalam persepektif manajemen. Jadi menasihati itu tidak terbatas pada kebenaran dan kebaikan tentang agama.

To be Continue..

10 November 2008

Ciri Orang Yang Berpikir Positif

Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiranlah yangberedar’ di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.

1. Melihat masalah sebagai tantangan.
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidup apa adanya.
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide.
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif. segera setelah pikiran itu terlintas di benak ‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya.
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya.

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu.
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya. .

8. Menggunakan bahasa positif.
Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan, ” dan “Dia memang berbakat.”

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif.
Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.

10. Peduli pada citra diri Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.

05 November 2008

What U will Be..

Siapa Kita dan Apa yang terjadi di Masa Mendatang ..

Tergantung dengan

Apa yang Kita Baca

Apa yang Kita Dengar

dan DENGAN SIAPA KITA BERTEMAN


Jadi Pilihlah dengan Bijak..
 

Copyright 2007 ID Media Inc, All Right Reserved. Crafted by Nurudin Jauhari